HUBUNGAN MANUSIA DAN
KEBUDAYAAN
Hubungan antara manusia
dan kebudayaan adalah dimana setiap tingkah laku manusia termasuk kebudayaan.
Contohnya : dimana seseorang yang datang bertamu ke rumah orang lain harus
member salam terlebih dahulu sebelum dia masuk rumah orang lain. Itu adalah
salah satu contoh hubungan manusia dengan kebudayaan.
Hubungan manusia dan kebudayaan mempunyai beberapa
kesamaan, antara lain :
1. Pembawaan
kebudayaan
2. Pencipta
kebudayaan
3. Penganut
kebudayaan
4. Manipulator
kebudayaan
Kebudayaan juga
digunakan manusia untuk menyelesaikan berbagai masalah-masa yang dimiliki
seseorang. Bisa disebut juga “Jalan
Hidup”, yang juga digunakan untuk :
1. Pedoman
tingkah laku
2. Internalisasi
3. Sosialisasi
4. Enkulturasi
Contoh dari bangsa yang masih memegang
teguh prinsip kebudayaan adalah Bangsa Timur. Bangsa Timur adalah bangsa yang
ramah dan bersahabat, karena itu bangsa lain sangat menghormati, dan menghargai
bangsa Timur yang tidak individualistis. Juga saling tolong menolong satu sama
lain. Contoh negara yang masih memegang teguh kebudayaan yaitu : Indonesia.
Masyarakat Indonesia masih menggunakan kebudayaan mereka. Juga melestarikan
kebudayaan mereka dari budaya barat.
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan
dinilai sebagai dwitunggal. Maksud dari Dwitunggal adalah walaupun keduanya
berbeda tetapi tetap satu kesatuan. Kebudayaan digunakan manusia untuk mengatur
hidup manusia agar sesuai dengan aturan
yang berlaku.
Proses hubungan manusia dan kebudayaan memiliki 3
tahap, yaitu :
1. Intemalisasi
yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
2. Ekstermalisasi
yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya untuk membangun dunianya.
3. Obyektivasi
yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif (suatu kenyataan yang
terpisah dari manusia an menghadapan dengan manusia.
Budaya tercipta dari kegiatan sehari-hari
dan juga dari kejadian-kejadian yang sudah berlalu. Dengan semua kemampuan yang dimiliki manusia maka
manusia bisa menciptakan kebudayaan. Kebudayaan sendiri berasal dari kata
budaya yang artinya hal-hal yang berkaitan dengn budi dan akal manusia. Ada 2
pakar antropolog dalam bidang sosial yang mengemukakan pendapatnya tentang
hubungan manusia dan kebudayaan yaitu : Melville J. Herkovits dan Bronislaw
Malinowski.
Bronislaw M mengatakan bahwa “ Kebudayaan determinism adalah segala
sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan dengan kebudayaaan”.
Sedangkan menurut Melville J.H mengatakan bahwa “ memandang kebudayaan sebagai
sesuatu yang turun temurun dari nstu generasi ke generasi yang lain
(superorganic)”.
Beberapa definisi tentang hubungan manusia dan
kebudayaan, antara lain :
1. William
H.Haviland mengatakan bahwa, “Kebudayaan adalah seperangkat peraturan, dan
norma yang dimiliki bersama oleh para masyarakat, jika dilaksanakan oleh para
masyarakat akan melahirkan perilku yang terpandang layak dan dapat terima semua
masyarakat”.
2. Ki
Hajar Dewantara mengatakan bahwa, “Kebudayaan adalah buah udi manusia dari
hasil perjuangan manuisa terhadap dua pengaruh kuat”.
3. Edward
B. Taylor mengatakan bahwa, “Kebudayaan adalah keseluruhan yang kompleks”.
4. Bounded
Et.Al mengatakan bahwa, “Kebudayaan adalah sesuatu yang terbentuk oleh
pengembangan transmisi dari kepercayaan manusia melalui simbol-simbol tertentu”.
Hubungan manusia dan
kebudayaan meruapakan nilai dan gagasan utama dari pola tingkah laku kepada
manusia. Hubungan manusia dan kebudayaan memiliki 3 wujud, yaitu :
1. Konsep
2. Kompleks
gagasan
3. Pikiran
manusia
Kaitan hubungan manusia
dan kebudayaan
Antara manusia dan kebudayaan
adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan objek yang
dilaksakan manuisa sendiri. Peran Kebuyaan dalam kehidupan manusia :
1. Pembeda
manusia dan binatang
2. Modal
dasar pembangunan
3. Pembimbing
kehidupan dan penghidupan manusia
4. Suatu
hubungan pedoman antar manuisa atau kelompoknya
5. Wadah
untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain
6. Petunjuk
tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berperilaku didalam pergaulan
7. Pengatur
agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, dan
menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain
Budaya manusia berbeda-beda karena
banyak faktor seperti :
1. Turun-temurun
2. Tingkat
sosial
3. Daerah
4. Lingkungan
5. Kemajuan
IPTEK
6. Lain-lainnya
Hubungan manusia dan kebudayaan antara lain :
1. Hubungan
antar kebudayaan sesama bangsa
2. Hubungan
antar beda agama dengan orang lain
3. Hubungan
antar Orang yang lebih tua dari kita
PERAN MANUSIA DALAM MELESTARIKAN
KEBUDAYAAN
Peran Pemerintah :
Peran pemerintah sangat besar dalam melestarikan
kebudayaan negara
1. Dimana
pemerintah harus mempromosikan kebudayaan daerah kepada warga Negara lain, agar
Negara lain tahu bahwa negeri ini memiliki kebudayaan yang sangat banyak. Juga
beragam suku bangsa, budaya, dan adat istiadat.
2. Pemerintah juga harus bisa menjalin kerja sama
dengan negara lain diseluruh bidang. Baik bidang ekonomi, bidang pariwisata,
bidang pendidikan, maupun bidang politik.
3. Pemerintah
juga harus memajukan daerah terpencil atau pedalaman dalam berbagai bidang
ekonomi, bidang politik, bidang teknologi, maupun pendidikan karena jika tidak
maka negeri ini tidak akan maju sampai kapanpun kalau rakyatnya masih saja
ditelatarkan, dan tidak diurus oleh pemerintah.
4. Membuat
acara pergelaran kebudayaan Indonesia dinegara sendiri, maupun dinegara lain
5. Menjaga dan mempertahankan kesatuan
Negara Indonesia, dengan memberikan keamanan dan penjagaan di suatu
daerah atau pulau, terutama di daerah atau pulau-pulau terpencil yang masih
kurang mendapat perhatian dari pemerintah agar tidak terjadi perampasan daerah
atau pulau oleh negara lain.
6. Membuat pameran-pameran khusus untuk
produk-produk dalam negeri saja
7. Memperkenalkan dan mempromosikan
tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia
8. Memberikan hak paten terhadap setiap
kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia, seperti tari-tarian, produk dalam
negeri, lagu kebangsaan ataupun lagu daerah, dan barang-barang sejarah
bangsa Indonesia
9. Membuat iklan untuk lebih mencintai
produk dalam negeri
10. Pemerintah harus meresmikan
kebudayaan-kebudayaan negara secara nasional, maupun internasional
Peran Masyarakat :
Peran
masyarakat juga sangat berpengaruh terhadap pelestarian kebudayaan
1.
Masyarakat
harus ikut serta dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa
2.
Lebih
mengembangkan kebudayaan bangsa
3.
Saling
menghargai, dan menghormati masyarakat lain, walaupun berbeda agama, suku, dan
adat istiadat
4.
Masyarakat
harus lebih peduli, dan lebih mencintai negeri sendiri. Dengan berlibur atau
rekreasi, dan mengambil pendidikan dinegara sendiri. Tidak perlu sekolah
ataupun berwisata ke negara lain. Karena diIndonesia banyak sekali tempat
wisata yang menarik, dan juga pendidikan diIndonesia sudah standar dengan
negara lain
5.
Masyarakat
juga harus mengenal, maupun mempelajari kebudayaan negara agar timbul di dalam
diri seseorang untuk menjaga kebudayaan Indonesia dari pengaruh kebudayaan luar
yang kurang baik
6.
Masyarakat
juga harus bisa menilai mana yang baik untuk dicontoh atau tidak dari segi : etika
berpakaian yang kurang baik, etika dalam bergaul, sopan santun dalam berbicara
serta bertingkah laku yang kurang baik
7.
Kebudayaan
tidak hanya mencakup di bidang seni saja, tetapi sebenarnya kebudayaan hampir
mencakup di seluruh bidang, baik dari bidang pengetahuan, bidang pariwisata,
bidang sosial (hubungan masyarakat), religi (kepercayaan) dan norma atau etika
perilaku manusia, oleh karena itu masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama
menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia agar kebudayaan kita tidak
dikalim atau dirampas oleh bangsa lain
8.
Masyarakat
harus kreatif, dan inovatif juga harus lebih menarik dalam mengembangkan
kebudayaan agar para anak remaja mau mencintai kebudayaannya sendiri
9.
Masyarakat
juga harus menyelenggarakan llomba-lomba tentang kebudayaan negeri sendiri
10.
Mengadakan
lembaga-lembaga tentang kebudayaan agar mereka mau ikut dalam lembaga tersebut
Peran Orang Tua dan Lembaga
Pendidikan dalam Mengatasi Perilaku Siswa atau Mahasiswa yang Semakin Anarkis
Peran Orang Tua :
1. Orang tua harus lebih bisa menjaga
anak dari kenalan anak remaja zaman sekarang
2. Orang tua harus bisa menkontrol
aktivitas anaknya sendiri
3. Menjalin komunikasi yang baik. Orang
tua mesti berusaha meluangkan waktu bersosialisasi dengan anak remaja mereka
4. Menjaga keharmonisan keluarga.
Emosi
anak-anak usia remaja sangatlah labil. Untuk itu, anda harus pandai-pandai
menjaga emosi anak
5. Memberi pendekatan agama yang benar.
Pendidikan
agama dalam keluarga juga berperan penting dalam memberi fondasi yang kuat
dalam membentuk kepribadian seseorang
6. Pendidikan. Orang tua wajib memberikan bimbingan dan
arahan kepada anak
7. Pendorong. Menghadapi masa peralihan menuju dewasa, remaja sering
membutuhkan dorongan dari orang tua. Terutama saat mengalami kegagalan yang
mampu menyurutkan semangat mereka
8. Panutan. Remaja memerlukan model panutan di
lingkungannya. Orang tua perlu memberikan contoh dan teladan, baik dalam
menjalankan nilai-nilai agama maupun norma yang berlaku di masyarakat
9.
Pengawas.
Menjadi kewajiban bagi orang tua untuk melihat dan mengawasi sikap dan perilaku
remaja agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang membawanya ke dalam
kenakalan remaja dan tindakan yang merugikan diri sendiri
10. Teman. Menghadapi remaja yang telah memasuki
masa akil balig, orang tua perlu lebih sabar dan mau mengerti tentang perubahan
pada remaja. Perlu menciptakan dialog yang hangat dan akrab, jauh dari
ketegangan atau ucapan yang disertai cercaan
11. Konselor. Peran orang tua sangat penting
dalam mendampingi remaja, ketika menghadapi masa-masa sulit dalam mengambil
keputusan bagi dirinya. Orang tua dapat memberikan gambaran dan pertimbangan
nilai yang positif dan negatif, sehingga mereka mampu belajar mengambil
keputusan terbaik
12. Komunikator. Suasana harmonis dan saling
memahami antara orang tua dan remaja, dapat menciptakan komunikasi yang baik.
Orang tua perlu membicarakan segala topik secara terbuka tetapi aktif
Peran Lembaga :
1.
Sekolah harus menerapkan aturan tata
tertib yang lebih ketat. Agar siswa tidak seenaknya keluyuran pada jam-jam
pelajaran di luar sekolah
2.
Peran BK
( Bimbingan Konseling harus
diaktifkan dalam rangka pembinaan mental siswa, membantu menemukan solusi bagi siswa yang mempunyai masalah sehingga persoalan-persoalan siswa yang tadinya dapat jadi pemicu
sebuah tawuran dapat dicegah
3.
Mengkondisikan suasana sekolah yang
ramah dan penuh kasih sayang
4.
Peran guru disekolah semestinya tidak
hanya mengajar tetapi menggatikan peran orang tua mereka yakni mendidik
5.
Penyediaan fasilitas untuk menyalurkan
energi siswa. Contohnya ruang bimbingan
konseling atau penyeluduhan
6.
Setiap
sekolah harus mempunyai guru pengawas, jadi setiap siswa pula guru langsung
mengkontrol siswa. Jika ada siswa yang tidak langsung pulang atau siswa
tersebut nongkrong dulu
7.
Disekolah
juga harus ada guru yang ditakuti siswa jika tidak maka siswa itu tidak akan
berani membuat masalah
8.
Disekolah
juga harus ada guru yang dihormati. Guru yang dekat dengan muridnya jadi, jika
murid itu sedang ada masalah. Dia bisa curhat atau bicara pada guru tersebut
No comments:
Post a Comment